Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 02 November 2012

TIPE DATA DAN VARIABEL

TIPE DATA DAN VARIABEL
Tipe – tipe data yang dikenal dalam C++ adalah sebagai berikut:

int
int adalah tipe data bilangan bulat (integer). Contoh penggunaan tipe int adalah:

int a = 1;
int num1 = 2, num2 = 4;

Perhatikan bahwa dalam nilai – nilai yang masuk di assign (masukkan) ke dalam variabel – variabel bertipe int adalah angka – angka / bilangan bulat. Seperti namanya, int hanya bisa bernilai bulat dan bukan pecahan (desimal). Bagaimana kalau yang tipenya int lalu yang dimasukkan adalah hasil pembagian yang tidak bulat hasilnya? Maka:
int hasil_bagi_bulat = 5 / 2;

Hasilnya:
2
Ini karena 5 dibagi 2 = 2,5 kemudian karena hasil_bagi_bulat adalah integer (bilangan bulat) 2,5 kemudian dibulatkan menjadi 2.
Untuk bilangan desimal sendiri ada tipe tertentu untuk bilangan ini.

VOID
Variabel yang berupa void merupakan variable yang tanpa isi tipe data dan pengembalian nilai

Menyatakan tipe kosong untuk :
1. mendeklarasikan fungsi yang tidak mengembalikan nilai apapun.
2. mendeklarasikan fungsi yang tidak menerima parameter apapun.
3. bila diawali dengan operator *, menyatakan penunjuk terhadap
sembarang tipe data.


Contoh deklarasi void :
Void cctrputs (char*, int ) ; atau
Main (void) ; atau
Void* action ;
Int ivalue = 100 ;
Action = &ivalue ;


FLOAT
Variable float digunakan untuk menunjukkan bilangan yang berupa pecahan,namun jangkauan datanya masih rendah.
Menyatakan bilangan pecahan/real, maupun eksponensial. Dalam keadaan
default, bilang floting point dianggap bertipe double.
Rentang nilai float mulai 3,4 E -38 sampai 3,4 E +38


double
adalah tipe yang khusus untuk bilangan yang tidak bulat alias desimal / pecahan. Contoh penggunaannya adalah:
double mydouble = 5.00;
double pecahan_pertama = 2.5, pecahan_kedua = 9.9;
Rentang nilai double mulai 1,7 E -308 sampai 1,7 E +308


char
adalah tipe data karakter yang bisa menyimpan mulai dari: a – z, A – Z, ‘!’, ‘@’, dsb. Penggunannya ± sama dengan tipe -  tipe yang sebelumnya:
char huruf = ‘c’;
char inisial1 = ‘A’, inisial2 = ‘W’;
char simbol = ‘#’;


bool
adalah tipe yang hanya “menyimpan” nilai “benar” dan “salah” yaitu, true dan false (boolean). Contoh:

bool benar_atau_salah = true;

string
adalah tipe yang khusus untuk menampung semua masukan dari user / gabungan karakter yang sangat panjang. Misalnya:
Char text [ ]

STRUCT, UNION
Digunakan untuk mendeklarasikan sekelompok data yang memiliki tipe yang
berlainan. Struct : elemennya ada dilokasi memori yang berbeda, dan union :
elemennya ada dilokasi memori yang sama.

                              Struct tipestruktur
            {
              Tipeanggota1 namaAnggota1 ;
              Tipeanggota2 namaAnggota2 ;
              ………….
            }
              namaStruktur ;



VARIABEL

Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili
suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta
yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai
kebutuhan.
Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh
pemrogram dengan aturan sebagai berikut :

· Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama
harus berupa huruf. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf
besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim
dianggap berbeda.
· Tidak boleh mengandung spasi.
· Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah
(underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak
diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb
· Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.

Contoh penamaan variabel yang benar :
NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb.

Contoh penamaan variable yang salah :
%nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb.

Contoh penulisan variable:

#include
#include

void main()
{
int a, b;
int hasil;
a=8;
b=1;
hasil=a-b;
cout<
              getch() 
         }

 OPERATOR ARITMATIKA

Operator aritmatika yang sering digunakan dalam C++ adalah:
·         ‘+’ = penjumlahan
·         ‘-‘ = pengurangan
·         ‘*’ = perkalian
·         ‘/’ = pembagian
·         ‘%’ = sisa bagi (modulo)
Contoh dari pemakaian masing – masing operator tersebut adalah sebagai berikut:

#include
#include

void main ()
{
      int satu, dua, tiga, empat, lima;
      satu = 1 + 0;
      dua = 4 - 2;
      tiga = 1 * 3;
      empat = 20 / 5;

      //mencari sisa bagi dari 25 / 10
      lima = 25 % 10;

      cout << satu << “\n”;
      cout << dua << “\n”;
      cout << tiga << “\n”;
      cout << empat << “\n”;
      cout << lima << “\n”;
      getch();
}

1.Operator Majemuk

‘+=’ artinya x = x+y
‘*=’ artinya x = x*y
‘/=’  artinya x = x/y
‘%=’artinya x = x % y

2. operator penaikan dan penurunan

Operator ini biasanya dilambangkan dengan tanda ++ jika mengalami penaikan dan – jika mengalami penurunan. Penaikan dan penurunan yang terjadi hanya 1 variabel.

Biasanya saat menulis program kita temukan seperti ini :

            a++;
     a+1;
     a=a+1;

3.operator relasional

Operator ini biasanya bertujuan untuk mencari nilai kebenaran apakah “true” atau “false” dalam bahasa C++ biasanya dikatakan bool.

Adapun beberapa operator relasinal yaitu :
  • > artinya lebih besar
  • >= artinya lebih besar atau sama dengan
  • < artinya lebih kecil
  • <= artinya lebih kecil atau sama dengan
  • = = artinya sama dengan
  • != artinya tidak sama dengan


Contoh :

5>3  bernilai true
9<=1          bernilai false

4. operator logical

  • !           not
  • * /        perkalian pembagian
  • &&      AND
  • ||           OR

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar